KURSUS KOMPUTER FOR KID’s

ASSALAMUALAIKUM

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

PROFIL SEKOLAH

Nama sekolah : MI Al Ma’arif Getasblawong
Alamat sekolah : Desa Getasblawong Kecamatan Pageruyung
Kabupaten Kendal
Kapala sekolah : Hj. Sri Setyowati
Nama Penyelenggara : Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kab. Kendal
Status : Diakui tahun 1997
Nomor Statistik MI : 111233240022
Status Tanah : Milik Sendiri/Wakaf
Status Gedung : Milik Sendiri
Luas Tanah : 600 M2
Luas Bangunan : 411 M2
NSB : 002 527 665 065 01
STATUS : Akreditasi B
SEJARAH MI AL MA’ARIF

Madrasah Ibtidaiyah Al Ma’arif Getasblawong adalah Lembaga Pendidikan Madrasah yang berada dibawah yayasan Lembaga Pendidikan Al Ma’arif NU Kab. Kendal Propinsi Jawa Tengah, yang berdiri sejak tahun 1976 dengan nomor statistik madrasah : 15.205.24.03.024. Secara geografis, MI Al Ma’arif Getasblawong berada dilingkungan masyarakat pertanian (Agraris) dengan kondisi perekonomian masyarakat rata-rata buruh tani (menengah kebawah). Sejak berdiri MI Al Ma’arif Getasblawong menyadari, bahwa lembaga ini merupakan wahana perjuangan “ lii’lai kalimatillah “ (meninggikan kalimat Allah) dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, disadari perlunya pemikiran pendidikan berkualitas yang mempunyai kepedulian terhadap kondisi perekonomian masyarakat sekitar.
Menyadari tugas berat ini, MI Al Ma’arif Getasblawong terus berbenah dengan meningkatkan kualitas pelayanan, baik edukatif maupun administratif kepada masyarakat pendidikan (internal/eksternal), sehingga dapat mencapai prestasi pada tahun 2007 sampai 2010. Peningkatan kualitas ini dapat dilihat pada kronologis sejarah kualitas MI Al Ma’arif Getasblawong sebagai berikut :

1979 1981 1990 1997 2006
-Berdiri 3Juli 1976
-Fasilitas Pendidikan terbatas
Piagam Kakanwil Depag Prop. Jateng no.30 20/130/MI/1981 tentang status terdaftar Piagam kakanwil Depag Prop. Jateng no. WK.510/95/pgm/MI/190 tentang status diakui Akreditasi Depag Piagam Kakandepag Kab. Kendal no. A/MK.04/MI/178/1997 Akreditasi Depag Piagam Kakandepag Kab. Kendal no. KW.11.4/4/pp.03.21/623.24.36/
2006
Terakreditasi B

Dengan sejarah pelayanan pendidikan yang cukup lama tersebut, MI Al Ma’arif Getasblawong telah banyak melahirkan alumni yang mempunyai kiprah di berbagai sektor dan profesi di masyarakat, diantaranya : Guru, Lurah/Kepala Desa, TNI, POLRI dan lain sebagainya.
Disamping itu dalam rangka meningkatkan pelayanan edukatif, MI Al Ma’arif Getasblawong didukung oleh tenaga-tenaga edukatif (guru) dengan derajat akademik variatif, mulai dari D2 (keguruan), SI (keguruan), DI Non keguruan). Tenaga-tenaga edukatif (guru) tersebut mayoritas berstatus GTT. Hal demikian, karena memang kondisi keuangan MI Al Ma’arif Getasblawong belum memungkinkan mengangkat semua menjadi guru tetap.sedangkan tenaga non edukatif, sebagai pelaksana kegiatan administrasi dan lainya, guna mendukung pelayanan kegiatan edukatif, di MI Al Ma’arif Getasblawong masih dirangkap. Sekalipun demikian melalui semangat kerjasama dan budaya kerja yang konduktif status kepegawaian tidak menimbulkan kesenjangan. Hal demikian karena sistem penyajian di MI Al Ma’arif Getasblawong menggunakan standar bulanan. Adapun prestasi anak untuk MI Al Ma’arif Getasblawong juga bisa meraih kejuaraan dalam lomba PORSENI MI tingkat Kecamatan sampai tingkat kabupaten.
KONDISI SISWA
KELAS JUMLAH SISWA
KETERANGAN
03/04 04/05 05/06 06/07 07/08 08/09 09/ 10 10/ 11
I 26 15 22 20 23 24 23 15
II 16 26 14 18 18 19 23 23
III 14 16 15 15 20 18 15 16
IV 20 14 23 17 13 19 18 17
V 13 20 16 19 16 13 20 20
VI 17 13 14 16 19 16 12 15
Jumlah 106 104 104 105 109 109 109 106
KONDISI RUANG KELAS DAN ROMBONGAN BELAJAR
NO KELAS RUANG KELAS KONDISI ROMB. BELAJAR KETERANGAN
1 I 1 Baik 1 Ukuran 6 x 7 m
2 II 1 Baik 1 Ukuran 6 x 7 m
3 III 1 Baik 1 Ukuran 6 x 7 m
4 IV 1 Baik 1 Ukuran 6 x 7 m
5 V 1 Baik 1 Ukuran 8 x 8,5 m
6 VI 1 Baik 1 Ukuran 8 x 8,5 m

KONDISI GURU
NO JUMLAH GURU PENDIDIKAN PNS GTT Penjaga
S 1 D II D III SLTA
1 9 2 3 – 4 1 8 1

NO NAMA TTL PENDIDIKAN STATUS GURU JABATAN
1 Hj Sri Setyowati
NIP. 195107111967122001 Semarang, 1-7-1951 D II PNS Kepala sekolah
2 Mauidhotul Hasanah Kendal, 11-6 -1982 S 1 GTT Guru Kelas
3 Muh. Ali Maspuat Kendal, 17-3-1984 D II GTT Guru Kelas
4 Akhmad MAfrukhin Kendal, 10-2-1986 S 1 GTT Guru Kelas
5 Jakfar Khoirul Amar Kendal, 30-1-1986 D II GTT Guru Kelas
6 Siti Zulaekhah Kendal, 5-7-1965 SMA GTT Guru Kelas
7 Tin Rosidah Kendal, 16-7-1975 SMA GTT Guru Kelas
8 Lutfi Khakim kurniawan Kendal, 11-12-1986 D II OR GTT Guru Olah Raga
9 Aeni Aziati Kendal, 27-7-1985 D II GTT Guru Kelas
10 Mahrus Kendal, 19-5-1967 MTs PTT Penjaga
SARANA DAN PRASARANA
NO RUANG JUMLAH LUAS KETERANGAN
1 Teori/kelas 6 261 m 2 -
2 Kepala 1 25 m2 Bersama dengan ruang kepala

Jadi satu ruang guru
3 Guru 1 42 m2
4 TU 1 42 m2
5 Komputer 1 – Jadi satu ruang guru
6 Perpustakaan – -
7 Musholla – – -
8 MCK 2 3 m2 Dibalakang ruang guru
9 Ruang penjaga – 4,5 m2 Jadi satu koperasi
10 Pagar 1 24 m Halaman depan
11 Halaman berpaving – 150 m2 -
12 Gudang – 7 m -

PERLENGKAPAN
NO NAMA BARANG JUMLAH Kondisi
Baik Rusak
1 Meja belajar siswa 50 buah 40 10
2 Kursi siswa 120 buah 100 20
3 Meja kursi guru 6 buah 6
4 Papan tulis 6 buah 2 4
5 Almari 8 buah 8
6 Rak 2 buah 2
7 Sarana olah raga 4 buah 3 1
8 Mesin ketik 1 buah 1
9 Komputer 3 unit 2 1
10 Listrik 1 unit 1
11 PAM 1 unit 1
12 Dapur
13 Drum Band 1 set 50% 50%

Getasblawong, 20 Oktober 2010
Madrasah Ibtidaiyah Al Ma’arif
Desa Getasblawong
KEPALA

Hj. SRI SETYOWATI
NIP. 195107011967122001

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

PAK GURU
Us. Jafar Ibn Ubaid

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

REHAB RUANG KELAS BELAJAR

MADRASAH IBTIDAIYAH GETASBLAWONG


TAHUN ANGGARAN 2009

YAYASAN PENDIDIKAN MI AL MA’ARIF

DESA GETASBLAWONG

Jl. UTAMA No. 31

KOP YAYASAN/MADRASAH

Kepada

Yth. Kepala kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah

c.q. Kepala Bidang Mapenda

Semarang

Surat Pengantar

Nomor : ……………..

NO

Jenis Surat

Lampiran

Keterangan

1

Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Rehab Ruang Kelas Belajar Tahun 2009

1 bendel

Dikirim untuk memenuhi akuntabilitas

Kendal, 31 Desember 2009

Kepala Madrasah

………………………………………..

KOP MADRASAH

Nomor : / / / 2009 Kendal, 5 Januari 2010

Lamp. : 1 bendel

Perihal : Laporan Pertanggungjawaban

Rehab Ruang Kelas Belajar MI

Kepada

Yth. Kakanwil Depag Prov. Jateng

c.q. Kabid Mapenda

di Semarang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah ………. Desa …….. kec…….. Kabupaten Kendal melaporkan realisasi penggunaan bantuan rehab ruang kelas belajar MI tahun anggaran 2009 sebesar Rp. 91.500.000 (Sembilan puluh satu juta lima ratus ribu rupiah). Berdasarkan DIPA Kanwil Depag Prov. Jawa Tengah Nomor : 0018.0/025-01/XIII/2009 tanggal 31 Desember 2008

Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ruang kelas belajar MI…….. sudah dilaksanakan sesuai peruntukannya, berikut ini kami lampirkan pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan rehab ruang kelas belajar beserta bukti fisik berupa nota, kuitansi dan foto

Demikian laporan ini kami sampaikan untuk menjadikan periksa, selanjutnya kami ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mengetahui Kepala

Komite MI………….. MI……………

————————– ———————–

KOP MADRASAH

Nomor :

Lampiran :

Perihal : Pemberitahuan penerimaan bantuan

Yth. Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah

u.p. Kepala Bidang Mapenda

Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan rehab ruang kelas belajar tahun anggaran 2009, dengan ini kami beritahukan dengan hormat bahwa bantuan rehab ruang kelas untuk madrasah kami sebesar Rp……. (……) telah kami terima pada tanggal …………..

bersama ini kami lampirkan foto copi saldo terakhir rekening madrasah kami sebagai bukti penerimaan dana subsidi dimaksud, selanjutnya kami akan segera melaksanakan kegiatan rehabilitasi ruang kelas belajar sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan dalam Surat Perjanjian Pemberian Bantuan

Demikian pemberitahuan kami, atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih

…………………….., Nopember 2009

Kepala Madrasah

———————

BERITA ACARA

PEMILIHAN DAN PEMBENTUKAN PANITIA REHAB RUANG KELAS BELAJAR

MADRASAH IBTIDAIYAH ………………………………..

Nomor : ……………………………

Pada hari ini……………..tanggal ……………bulan…………… tahun dua ribu Sembilan ( – -2009), kami yang bertanda tangan di bawah ini, melalui forum musyawarah pemilihan dan pembentukan panitia rahabilitasi Madrasah………………….., bertempat di ……………… Yang dihadiri pihak madrasah, komite madrasah dan anggota masyarakat sebanyak……………. Orang (daftar hadir terlampir) dengan ini menyatakan bahwa :

Panitia rehabilitasi telah dipilih secara musyawarah dengan penuh tanggung jawab serta tanpa tekanan dari pihak manapun.

Dari hasil musyawarah tersebut, ditetapkan bahwa :

NO

NAMA

ALAMAT

JABATAN

UNSUR DARI

TANDA TANGAN

1

Ketua

Wakil Kamad/Ketua Komite Madrasah

2

Sekretaris

Guru/komite

3

Bendahara

Guru

4

Anggota

Masyarakat

5

Anggota

masyarakat

Kami yang bertanda tangan selaku panitia rehabilitasi madrasah…………………… dengan ini menyatakan :

1. Sanggup untuk melaksanakan rehabilitasi ruang kelas, serta menggalang partisipasi masyarakat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan

2. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas, secara transparan dengan memberikan informasi secara terbuka melalui rapat dan papan pengumuman baik secara insidentil maupun berkala

3. Tidak memberikan kepada pihak manapun dan tidak menggunakan uang subsidi rehabilitasi ruang kelas diluar ketentuan yang berlaku.

Demikian berita acara ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya

……………………………, 2009

Ketua Panitia rehabilitasi Madrasah

…………………………………………..

NIP.

DAFTAR HADIR RAPAT

PEMBENTUKAN PANITIA REHABILITASI RUANG KELAS

MADRASAH IBTIDAIYAH…………………………

HARI/TGL :

WAKTU :

TEMPAT :

NO

NAMA

UNSUR DARI

ALAMAT

TANDA TANGAN

1

2

3

4

dst.

Kendal, Oktober 2009

Kepala MI ………………

KOP MADRASAH

KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH………….

Nomor :……………..

TENTANG

PENETAPAN PANITIA REHAB RUANG KELAS MADRASAH IBTIDAIYAH

Kepala Madrasah ……………….

Menimbang :

a.

Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di tingkat madrasah diperlukan ruang kelas belajar dan peningkatan sarana yang memadai.

b.

Bahwa untuk memenuhi ruang kelas belajardiperlukan rehabilitasi ruang kelas belajar melalui dana APBN lewat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

c.

Bahwa pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas belajar dilakukan secara swakelola oleh panitia rehabilitasi Madrasah

d.

Bahwa nama-nama yang tecantum dalam daftar lampiran keputusan ini dipandang mampu untuk melaksanakan tugas dimaksud

Mengingat :

a.

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b.

Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasioanl Pendidikan

c.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 044/U/2002 tahun 2002 tentang Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan

d.

Berita Acara Pemilihan dan Pembentukan Panitia Rehabilitasi Madrasah No…

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama

:

Mengangkat yang namanya tercantum dalam kolom 2 dengan unsur dalam kolom 3 dan jabatan dalam kolom 4 lampiran keputusan ini sebagai Panitia Rehabilitasi Madrasah

Kedua

:

Tugas Panitia Rehabilitasi Madrasah adalah memilih dan menetapkan serta memberi pengarahan kepada pelaksana/pengawas, menandatangani surat perjanjian , menggalang dana partisipasi masyarakat serta membuat lapoan keuangan dan pelaksanaan kegiatan

Ketiga

:

Kegiatan rehabilitasi ruang kelas belajar dibiayai oleh dana APBN dalam DIPA Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah tahun Anggaran 2009

Keempat

:

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir setelah seluruh kegiatan rehabilitasi ruang kelas belajar selesai dilaksanakan

kelima

:

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di……………

Pada tanggal : Oktober 2009

Kepala Madrasah…..

Lampiran : Surat Keputusan Kepala MI…………….. Nomor : ….…. Tentang penetapan Panitia Rehab Ruang Kelas MI……..

NO

NAMA

ALAMAT

JABATAN

UNSUR DARI

1

Ketua

Wakil Kamad/Ketua Komite Madrasah

2

Sekretaris

Guru/komite

3

Bendahara

Guru

4

Anggota

Masyarakat

5

Anggota

masyarakat

dst.

Ditetapkan di……………

Pada tanggal : Oktober 2009

Kepala Madrasah…..

————————

RINGKASAN KEGIATAN

REHAB RUANG KELAS BELAJAR MI…….

TAHUN 2009

1. Nama Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Kelas Belajar MI…….

2. Lokasi : MI…………….. Desa, Kec, Kab.

3. Sumber dana : swadaya Masyarakat : Rp.

DIPA Kanwil Depag : Rp. 91.500.000,-

—————————————————————–

Jumlah : Rp. 91.500.000,-

4. Waktu pelaksanaan :

a. 1 Nopember 2009

b. 31 Desember 2009

5. Pelaksana : Panitia Rehabilitasi Ruang Kelas Belajar MI……….

6. Panitia Pelaksana :

NO

NAMA

ALAMAT

JABATAN

UNSUR DARI

1

Ketua

Wakil Kamad/Ketua Komite Madrasah

2

Sekretaris

Guru/komite

3

Bendahara

Guru

4

Anggota

Masyarakat

5

Anggota

masyarakat

dst.

Kendal, Oktober 2009

Kepala Madrasah…..

————————

TIME SCHEDULE

Nama Kegiatan :….

Desa :

Kecamatan :

Kabupaten :

I. Minggu Pertama

1…..

2…..

3…..

II. Minggu Kedua

1…..

2…..

3….

III. Minggu Ketiga

1….

2…..

3….

IV. Minggu Keempat

1…

2…

3…

V. Minggu Kelima

VI. Minggu Keenam

VII. Minggu Ketujuh

VIII. Minggu Kedelapan

Kendal, Oktober 2009

Kepala Madrasah…..

————————

LAPORAN MINGGUAN

Pekerjaan : Rehabilitasi ………

Lokasi : Jl…..

Desa…………. Kec. ………………

Kab./kota…… Provinsi…………

Nomor : …………………..

Minggu ke : ………………….

Tanggal : …… s.d. ……..

Biaya Rehabilitasi :……

Mulai tanggal :…..

Penyerahan tanggal : …..

NO

Jenis Pekerjaan

Bobot pekerjaan %

Tingkat Penyelesaian %

Bobot penyelesaian%

I

………….

1

2

3

II

………….

1

2

3

III

……………

dst

Realisasi kemajuan pekerjaan minggu ini

Rencana kemajuan pekerjaan minggu ini

Mengalami percepatan /keterlambatan

………………

……………..

…………………

……………………., 2009

Ketua Panitia Rehabilitasi Madrasah…………………..

——————–


BUKU KAS UMUM

NAMA MADRASAH :

NAMA KEGIATAN :

TAHUN ANGGARAN :

PENERIMAAN

PENGELUARAN

NO

TGL

URAIAN

JUMLAH (Rp)

NO

TGL

BUKTI PENGELUARAN

URAIAN

VOL

HRG SAT

JML

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

1

1

Nota/kuitansi

2

3

4

5

Pada hari ini Kamis tanggal 31 Desember 2009, buku Kas Umum ditutup dengan keadaan sebagai berikut :

Saldo Buku Kas Umum : Rp. 0

Saldo Bank : Rp. 0

Saldo Kas Tunai : Rp. 0

Jumlah : Rp. Nihil

Kendal, 31 desember 2009

Mengetahui Bendahara

Kepala MI…..

…………………… ……………………..

DAFTAR HADIR DAN TANDA TANGAN INSENTIF

KEGIATAN REHABILITASI RUANG KELAS BELAJAR

MI…..

Nama Kegiatan :….

Desa :

Kecamatan :

Kabupaten :

Kabupaten :

Bulan : Nopember s.d. Desember 2009

Masa Kerja : 8 Minggu/2 bulan

Minggu ke/tgl : Minggu ke 1 / 3-8 nopember 2009

NO

NAMA

KETERANGAN

Tanggal

INSENTIF

JUMLAH

TANDA TANGAN

Ka.tukang

tukang

pekerja

3

4

5

6

7

8

1

x

X

X

X

X

X

X

50.000

300.000

1

2

X

X

X

X

X

X

X

50.000

300.000

2

3

x

X

X

X

X

X

X

50.000

300.000

3

4

X

X

X

X

X

X

X

50.000

300.000

4

5

x

X

X

X

X

X

X

50.000

300.000

5

dst

x

x

x

x

x

x

x

50.000

300.000

Mengetahui Kendal, Nopember 2009

Komite Madrasah Kepala Madrasah Bendahara

————————– ————————- ———————-


Per.No 66/PB/2005

KUITANSI/ TANDA BUKTI PENGELUARAN

Nomor : 1

Sudah terima dari : Kepala Madrasah…

Uang sejumlah : (tulis dengan huruf)

Untuk : pembelian…..

Terbilang : tulis dengan angka

Kendal, Nopember 2009

Yang berhak menerima

Tanda tangan

Meterai

Nama/stempel toko

Setuju dan lunas dibayar tgl….

Bendahara

————————

Barang / pekerjaan tersebut telah diterima /diselesaikan dengan lengkap dan baik

Pejabat yang bertanggung jawab

——————————————–

NOTA / KUITANSI DARI TOKO DI TEMPEL DISINI

Text Box: NOTA / KUITANSI DARI TOKO DI TEMPEL DISINI

LAPORAN TERTULIS DISERTAI SOFT COPY (DISKET)

COVER MADRASAH

DAFTAR ISI

1. SURAT PEMBERITAHUAN PENERIMAAN BANTUAN KEPADA KANWIL

COPY REKENING PENERIMAAN

2. BERITA ACARA PEMILIHAN DAN PEMBENTUKAN PANITIA

3. SK KEPALA MADRASAH TENTANG PENETAPAN PANITIA BESRTA LAMPIRAN

4. SIK (SURAT IKATAN KERJA) KAMAD DENGAN KANWIL

5. RAB

6. RINCIAN RAB / BILL OF QUANTITY /BQ

7. PENGELUARAN / BELANJA

NOTA PEMBELIAN/BELANJA DARI TOKO

KUITANSI PEMBELIAN BERMETERAI DARI TOKO

SSP / SURAT SETORAN PAJAK PPn 10 % DAN PPh 1,5 %

BUKTI SETORAN PAJAK

8. DAFTAR PENERIMAAN UPAH PEKERJA

DAFTAR HADIR HARIAN/ABSENSI PEKERJA

9. FOTO BANGUNAN SAAT 0 %, 50 % DAN 100 %

10. PIAGAM PENDIRIAN MADRASAH

11. PIAGAM AKREDITASI MADRASAH

12. SERTIFIKAT TANAH

BLOCK GRAND ialah :

BOMM ialah : Bantuan Operasional Manajemen Mutu

BBE-LS ialah : Broad based Education – Life Skill

BIS ialah : Bantuan Imbal swadaya (merupakan bantuan dari pemerintah dalam bentuk uang yang diberikan langsung kepada madrasah.

Tujuan : memotivasi madrasah untuk melakukan reformasi diri (self reform) sesuai dengan prinsip-prinsip MPMBM, yaitu : focus pada mutu, pengelolaan secara jujur dan transparan, perencanaan dan penambilan keputusan secara demokratis dengan melibatkan semua warga madrasah, pemberdayaan masyarakat, an peningkatan mutu secara berkelanjutan (sustainable improvement)

Mendorong pihak madrasah untuk dapat melakukan pengelolaan madrasah secara mandiri (self manajement) berdasarkan prinsip-prinsip MPMBM

Memberikan rangsangan pada masyarakat, pemerintah daerah, dan madrasah untk meningkatkan peranserta masing-masing dalam penyelenggaraan pendidikan

Meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan ruang belajar dan pemenuhan kebutuhan sarana/prasarana madrasah.

Kriterian khusus : untuk pembangunan RKB diprioritaskan pada madrasah dengan jumlah rombongan belajar lebih besar dari jumlah ruang kelas yang tersedia

Untuk pembangunan ruang laboratorium diprioritaskan pada madrasah yang sudah mempunyai peralatan dan /atau dapat menyediakan peralatan dari dana pendamping atau sumber lain

Untuk pembangunan ruang perpustakaan diprioritaskan pada madrasah yang belum memiliki ruang perpustakaan dan telah memiliki koleksi buku perpustakaan yang memadai

Rehabilitasi berat diprioritaskan pada madrasah yang kondisi madrasah atau ruang kelasnya tidak memunkinkan untuk kegiatan pembelajaran

Rahabilitasi ringan diprioritaskan pada madrasah yang tidak mampu.

Pengadaan buku perpustakaan diprioritaskan pada madrasah yang sudah memiliki ruang perpustakaan tetapi belum memiliki buku

Pengadaan alat diprioritaskan pada madrasah yang sudah memilki ruang laboratorium tetapi belum memiliki ruang laboratorium tetapi belum memiliki alat laboratorium

Pengadaan meubeler diprioritaskan pada madrasah yang sudah memiliki ruang kelas/perpustakaan tetapi belum memiliki buku, memiliki guru yang memnuhi syarat untuk setiap mata pelajaran.

USB ialah : Unit Sekolah Baru

KSPBK ialah : kurikulum dan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi

APK ialah : Angka Partisipasi

APM ialah : Angka Partisipasi Murni

SKL ialah : Standar Kelulusan

RAPBM ialah :Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Madrasah

UPM ialah : Unit Pengaduan Masyarakat

Categories: Uncategorized | 8 Komentar

PROPOSAL JUDUL PENELITIAN

  1. I. JUDUL

PENGARUH PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA KELAS VII

DI MADRASAH  TSANAWIYAH  AL-ISHLAH

GETASBLAWONG TAHUN 2009.

  1. II. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal dan non formal, dan informal di sekolah, dan di luar sekolah, yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbanagan kemampuan-kemampuan individu, agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.[1]

Pendidikan sebagai sebuah bentuk kegiatan manusia dalam kehidupannya juga menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai, baik tujuan yang dirumuskan itu bersifat abstrak sampai rumusan-rumusan yang dibentuk secara khusus untuk memudahkan pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Begitu juga dikarenakan pendidikan merupakan bimbingan terhadap perkembangan manusia menuju ke arah cita-cita tertentu, maka yang merupakan masalah pokok bagi pendidikan adalah memilih arah atau tujuan yang akan dicapai.

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat (2) disebutkan bahwa suatu Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan Islam, baik sebagai system maupun institusinya , merupakan warisan budaya bangsa, yang berurat berakar pada masyarakat bangsa Indonesia. Dengan demikian jelas bahwa pendidikan Islam akan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.[2]

Kebutuhan akan pendidikan merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri, bahkan semua itu merupakan hak semua warga Negara, Berkenaan dengan ini, di dalam UUD’45 Pasal 31 ayat (1) secara tegas disebutkan bahwa; “Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran”. Tujuan pendidikan nasional dinyatakan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[3]

Tujuan pendidikan nasional suatu bangsa menggambarkan manusia yang baik menurut pandangan hidup yang dianut oleh bangsa itu, dan tujuan pendidikan sesuatu bangsa mungkin tidak akan sama dengan bangsa lainnya, karena pandangan hidup mereka biasanya tidak akan sama. Tetapi pada dasarnya pendidikan setiap bengsa tentu sama, yaitu semua menginginkan terwujudnya manusia yang baikyaitu manusia yang sehat, kuat serta mempunyai ketrampilan, pikirannya cerdas serta pandai, dan hatinya berkembang dengan sempurna.

Untuk mewujudkan visi pendidikan nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kesenian.[4]

Dengan diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional serata peraturan pemerintah sebagai pelaksananya, madrasah merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional dan merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang dasar dan menengah.

Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dikirimlah anak ke sekolah/ madrasah. Dengan demikian, sebenarnya pendidikan di sekolah/ madrasah adalah bagian dari pendidikan dalam keluarga yang sekaligus merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga.  Dengan masuknya anak kesekolah atau Madrasah, maka terbentuklah hubungan antara rumah dan sekolah atau Madrasah, karena antara kedua lingkungan itu terdapat objek dan tujuan yang sama, yakni mendidik anak-anak. [5]

Dalam konteks madrasah, agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitf dan komperatif, maka kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntutan desentralisasi.

Selanjutnya pengembangan madrasah harus menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, penguasaan ketrampilan hidup, penguasaan kemampuan akademik, seni, dan pengembangan kepribadian yang sempurna. Dengan pertimbangan ini maka disusunlah kurikulum nasional pendidikan agama di madrasah yang mencerminkan kebutuhan keberagamaan peserta didik/ siswa di madrasah secara nasional.

Peranan dan efektifitas pendidikan agama sebagai landasan bagi pengembangan spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat mutlak harus ditingkatkan, karena asumsinya adalah jika pendidikan agama (Aqidah akhlak) yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.[6]

Pendidikan Aqidah akhlak sebagai bagian integral dari pendidikan agama, memang bukan satu satunya faktor yang menentukan dalam membentuk watak dan kepribadian peserta didiktapi secara substansial mata pelajaran Aqidah akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motifasi pada peserta didik/ siswa untuk mempraktikkan nilai nilai keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari – hari.[7]

Dari beberapa pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan Aqidah akhlak di Madrasah merupakan bagian tersendiri dari pendidikan Agama, memang bukan satu-satunya fakotor yang menentukan dalam pembentukan Perilaku atau watak dan kepribadian siswa. Tetapi secara substansial mata pelajaran Aqidah Akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan kontribusi dalam memberikan motivasi pada siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (Aqidah) dan akhlakul karimah (akhlak) dalam kehidupan sehari-hari. Agar anak mempunyai Perilaku yang baik, anak didik diharapkan dapat memperhatikan pelajaran Aqidah Akhlak sebagai kontrol dalam kehidupan sehari-hari.

Madrasah Tsanawiyah Al Ishlah Getasblawong adalah lembaga pendidikan yang berasarkan agama Islam yang mempunyai misi membentuk siswa yang cerdas dan bertaqwa, berakhlak mulia. maka dengan adanya studi mata pelajaran aqidah akhlak sangat memotifasi untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Namun masih banyak membutuhkan pengembangan sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan maksimal. Untuk itu dibutuhkan adanya penelitian secara komprehensip dan kreatifitas pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

III. ALASAN PEMILIHAN  JUDUL

Pada skripsi yang akan kami buat ini, penulis akan mengungkap pengaruh pendidikan Aqidah Ahklah terhadap pembentukan Perilaku Peserta Didik/ Siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong. Judul tersebut penulis pilih atas dasar pertimbangan sebagai berikut:

  1. Pendidikan Aqidah Akhlak adalah penanaman Perilaku yang baik di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya, sehingga Perilaku tersebut menjadi salah satu kemampuan jiwa.
  2. Akhlak/ Perilaku yang baik merupakan misi yang dibawa nabi Muhammad saw diutus ke dunia. Sabda Nabi Muhammad SAW :

انما بعثت لا تمم مكارم لاخلاق (رواه البخارى)

Artinya :

Sesunguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan akhlak (budi

pekerti)le. (HR. Bukhori).

 

IV. RUMUSAN MASALAH

Dari pengertian tersebut di atas, timbul beberapa permasalahan antara lain :

  1. Apa dan bagaimana pendidikan Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong?
  2. Bagaimana Pendidikan Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong?
  3. Bagaimana pengaruh pendidikan Aqidah Akhlak terhadap Perilaku siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong?.
  1. V. TUJUAN PENELITIAN
    1. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh pendidikan Aqidah Akhlak terhadap Perilaku Siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong.
    2. Untuk mengetahui usaha-usaha apa saja yang dilakukan sekolah dalam mengantisipasi serta meningkatkan Perilaku baik siswa, di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong.

VI. MANFAAT PENELITIAN

Dengan adanya penelitian yang menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan strata satu (S1) pada jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Sekolah Tinggi Islam Kendal. Penelitian ini akan bermanfaat untuk :

  1. Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong, dalam mengetahui pengaruh pendidikan Aqidah Akhlak terhadap Perilaku siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong.
  2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi para pendidik dalam menerapkan mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh terhadap Perilaku siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong.

 

  1. VII. HIPOTESIS

Berdasarkan tinjauan teoritis yang dikemukakan di atas, maka peneliti mengajukan pertanyaa sebagai berikut :

“Apakah siswa yang memperoleh nilai inggi dalam pelajaran Aqidah Akhlak, berperilaku yang lebih baik dari siswa yang memperoleh nilai rendah?”.

Berdasarkan pertanyaan diatas maka dapat diajukan hipotesa sebagai berikut :

Ho : Tidak ada perbedaan perilaku siswa, antara yang memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran agama dengan siswa yang memperoleh nilai rendah.

Ha : Ada perbedaan perilaku siswa, ntara yang memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran agama dengan siswa yang memperoleh nilai rendah.

 

 

 

  1. VIII. METODE PENELITIAN

Pada bab ini akan diuraikan mengenai masalah dan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian yang meliputi jenis penelitian, obyek penelitian, sumber data penelitian, metode pengumpulan data, teknis analisis data.

  1. a. Jenis Penelitian

Penelitian yang digunakan dalam skripsi yang akan kami buat adalah metode Deskritif Analisis. Deskritif di gunakan agar mampu memahami dan  memberikan gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang terkait dengan isi skripsi ini. Analisis dipakai agar penulis dapat menyusun skripsi ini dalam bentuk yang sistematis sehingga mengena pada inti permasalahan dan memperoleh hasil penelitian yang benar.

 

  1. b. Obyek Penelitian

Objek penelitian terdiri dari manusia, benda, tumbuh-tumbuhan dan peristiwa sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam sebuah penetian.[8]

Adapun obyek pada penelitian ini adalah murid-murid Madrasah Tsanawiyah Al Ishlah Getasbalwong kelas VII yang berjumlah   105.

  1. c. Sumber Data Penelitian

Metode Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data, penulis   menggunakan dua jenis riset yaitu :

a.  Library research

Metode di gunakan untuk merakitkan landasan teori. Prof. DR.Winarno Surahmad mengatakan bahwa “perlengkapan seorang penyelidik dengan setiap lapangan ilmu pengetahuan tidak akan sempurna apabila tidak dilengkapi oleh fasilitas kepustakaan”.[9]

b. Field research

Research yang dilakukan di kancah medan terjadinya gejala-gejala.[10]

Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang terdapat di lapangan penelitian, yaitu : antara lain, keadaan proses belajar mengajar di sekolah, prestasi siswa, guru, perilaku siswa di sekolah dan perilaku siswa di rumah.

  1. d. Metode Pengumpulan Data

Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke obyek penelitian. Untuk memperoleh data-data lapangan ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

  1. 1. Observasi

Yaitu pengamatan dan pencatatan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki.[11] Observasi ini mengadakan pengamatan dengan mencatat data atau informasi yang diperlukan dan dibutuhkan sesuai dengan masalah yang diikuti. Opserfasi ini dilakukan kepada siswa, guru dan orang tua.

  1. 2. Metode wawancara

Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang langsung dalam wawancara terpimpin, yakni dengan cara memberi jalan secara global, melalui pertanyaan yang sudah tersusun. Metode ini di gunakan untuk memperoleh data tentang perilaku siswa MTs Al-Ishlah Getasblawong, terhadap proses belajar mengajarnya.

  1. 3. Dokumentasi

Suatu usaha aktif baik suatu badan atau lembaga dengan menyajikan hasil pengolahan bahan-bahan dokumen yang bermanfaat bagi badan atau lembaga yang mengadakan. Dokumen ini dilakukan untuk memperoleh data sejarah didirikannya Madrasah Tsanawiyah Al Ishlah Getasblawong, keadaan sarana dan prasarana dan juga data-data guru Madrasah Tsanawiyah Al Ishlah Getasblawong.

  1. 4. Angket

Pada umumnya angket di sebut juga kuesioner, yaitu merupakan metode penelitian atau responden. Dalam pelaksanaan angket ini peneliti menggunakan angket langsung. Yang pertanyaanya dikirimkan langsung kepada responden yang ingin dimintai penjelasan tentang keadaannya sendiri.[12]

Dengan metode angket ini penulis mempersiapkan sejumlah pertanyaan tertentu, kemudian disebarkan kepada responden, untuk mendapatkan jawaban yang diperlukan secara langsung. Angket diberikan kepada siswa untuk diisi untuk dijadikan sampel dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan Aqidah Akhlak terhadap pembentukan Perilaku siswa. Angket yang digunakan penulis adalah angket tertutup yang berisi pertanyaan yang disertai jawaban terikat pada sejumlah kemungkinan jawaban yang sudah disediakan.

  1. e. Teknis Analisis Data

Menurut Prof. Dra. Sutrisno Hadi, MA, Statistik adalah “cara ilmiah yang di gunakan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan dan menganalisis data yang berwujud angka.[13]

Untuk menganalisa data yang telah terkumpul dari hasil penelitian yang bersifat kuantitatif  ini maka penulis menggunakan  statistik dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Analisis Pendahuluan

Pada tahap ini data yang telah di peroleh dari hasil penelitian angket yang disebarkan selama penelitian masih berupa data kualitatif, kemudian peneliti merubah data tersebut menjadi kuantitatif, yang di olah dan di masukkan ke dalam table persiapan dan di beri skor/ bobot nilai pada setiap alternatif jawaban responden yaitu dengan menggunakan criteria sebagai berikut :

  • Untuk kategori jawaban a dengan skor 4
  • Untuk kategori jawaban b dengan skor 3
  • Untuk kategori jawaban c dengan skor 2
  • Untuk kategori jawaban d dengan skor 1
  1. Analisis Uji Hipotesis

Analisis ini di gunakan untuk menguji hipotesis yang telah di rumuskan, yang akan di uji dengan perhitungan melalui tabel distribusi dan analisis pendahuluan.[14]

Adapun analisa uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang rumusnya sebagai berikut :

rxy   =

Keterangan :                 = Jumlah perkalian faktor x & y

= Jumlah pengkuadratan Faktor x

= Jumlah pengukadratan faktor y

  1. Analisis Lanjutan

Dari hasil perhitungan product moment kemudian di konsultasikan dengan tabel harga kritik dari product moment dan untuk selanjutnya akan dapat di ketahui sejauh mana pengaruh pendidikan Aqidah akhlak terhadap pembentukan  Perilaku pada siswa Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Getasblawong.

 

IX. SISTEMATIKA PENULISAN

Untuk memudahkan pemahaman yang akan di bahas, penulis akan mendeskripsikan skripsi sebagai berikut :

  1. Bagian muka (Preliminaris)

Bab ini memuat : halaman judul, nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi dan halaman daftar tabel.

  1. Bagian isi ( batang tubuh)

Pada bagian ini secara garis besar terdiri dari lima bab, antara bab yang satu dengan lainnya saling berkaitan kelima bab tersebut ialah :

Bab I.               Pendahuluan yang di dalamnya memuat gambaran keseluruhan skripsi secara garis besar, terdiri dari  alasan pemilihan judul rumusan masalah, definisi istilah, tujuan penelitian, hipotesis metodologi penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II.             Landasan teoritik, yakni kondisi ideal menurut teori-teori yang termaktub di buku-buku khususnya yang berkaitan dengan perilaku siswa  dengan pendidikan Aqidah Akhlak.

Bab ini terdiri dari tiga sub bab  yaitu : sub bab pertama tentang pendidikan, meliputi pengertian pendidikan, pendidikan sekolah, pendidikan luar sekolah, jenjang pendidikan,

Sub kedua tentang perilaku (akhlak), yang meliputi pengertian pelajaran Aqidah Akhlak dan beberapa pandangan tentang pengertian perilaku siswa,

Sub ketiga adalah hubungan antara pendidikan islam terhadap pembentukan Perilaku siswa di Madrasah Tsanawiah Al – Ishlah Getasblawong.

Bab III.            Laporan hasil penelitian yang merupakan kondisi nyata di lapangan penelitian. Bab ini memuat secara umum Madrasah Tsanawiah Al – Ishlah, dan secara khusus menyajikan data hasil penelitian tentang keadaan pendidikan dengan Perilaku pada siswa   di Madrasah Tsanawiah Al – Ishlah getasblawong.

Bab IV.            Analisis data tentang pengaruh pendidikan (X) terhadap pembentukan Perilaku pada siswa  (Y). dengan melalui tiga tahap yaitu : Analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis, dan analisis lanjut.

Bab V.             Penutup yang di dalamnya memuat kesimpulan, saran-saran dan kata penutup

DAFTAR PUSTAKA

Redja Mudiyaharjo, Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal Tentang  Dasar-dasar Penddidikan pada Umumnya dan Pendididkan di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), Cet ke-2,

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2005) Cet ke-4,

Kurikulum 2004, Standar Kompetensi, Departemen Agaama RI, Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Jakarta 2004

DR. Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta; Bumi Aksara, 1992), Cet ke-2.

Prof. Dr. winarmo Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah,Tarisco, Bandung, 1986,

Prof. Drs. Sutrino Hadi, MA, Metodologi Riset I dan II, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1985, hal 10

Prof. ET. Ruseffondi, S.Pd. M.Sc. ph.D, Dasar-Dasar penelitian pendidikan dan Bidang Non Eksakta Lainya, IKIP Semarang Press.

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA KELAS VIII

DI MADRASAH TSANAWIYAH  AL-ISHLAH

GETASBLAWONG TAHUN 2009.

(Penelitian Dilaksanakan Di Madrasah Tsanawiyah Al Ishlah Getasblawong Kec. Pageruyung Kab. Kendal)

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi salah satu persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikian Agama Islam Program (S 1)

Pada Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK)

Disusun oleh :

JAZILATUL ROHMAH

N I M. 0 6 1 1 0 5 4

SEKOLAH TINGGI ISLAM KENDAL (STIK)

KENDAL TAHUN 2009


[1] Redja Mudiyaharjo, Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal Tentang  Dasar-dasar Penddidikan pada Umumnya dan Pendididkan di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), Cet ke-2, h. 11.2

[2] Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2005) Cet ke-4,h. 174

[3] Ibid, h. 310.3

[4] Kurikulum 2004, Standar Kompetensi, Departemen Agaama RI, Direktorat Jendeeeral Kelembagaan Agama Islam Jakarta 2004

[5] DR. Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta; Bumi Aksara, 1992), Cet ke-2 h. 76.5

[6]Op.Cit, h. 17

[7]Ibid, h. 18

[8] Herman Resito, Pengantar Metodologi Penelitian, Gramedia: Pustaka Utama, 1992, hal. 49

[9] Prof. Dr. Winarmo Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah,Tarisco, Bandung, 1986,     hal 15.

[10] Prof. Drs. Sutrino Hadi, MA, Metodologi Riset I dan II, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1985, hal 10

[11] Ibid, hal 36.

[12] Ibid, hal 85.

[13] Ibid, hal 221.

[14] Prof. ET. Ruseffondi, S.Pd. M.Sc. ph.D, Dasar-Dasar penelitian pendidikan dan Bidang Non Eksakta Lainya, IKIP Semarang Press, hal 21.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

mawar

MAWAR (Rosa hybrida) yang dijuluki “ratu dari segala bunga” dikenal karena keindahan, keanggunan, dan keharumannya. Ditinjau dari kegunaannya mawar dapat digunakan sebagai bunga potong, mawar taman, mawar tabur, dan bahan kosmetik. Permintaan mawar bunga potong meningkat pada hari-hari besar, seperti tahun baru, Idulfitri, Valentine, dan hari peringatan kemerdekaan. Untuk menghasilkan mawar dengan kualitas yang baik, syarat tumbuh mawar harus dipenuhi.

Mawar potong sebaiknya ditanam di dataran tinggi (1.000-1.500 dpal). Tanah yang gembur serta kaya bahan organik atau humus dengan pH 5,6-6,5, drainase yang baik dan sinar matahari yang cukup banyak diperlukan untuk pertmbuhan dan produksi bunga. Pertanaman mawar potong memerlukan rumah plastik untuk menjaga bunga dari siraman air hujan, sehingga kualitas dan keragaan bunga (vase life) dapat dipertahankan.

Penanaman

- Mawar ditanam dalam rumah plastik dengan atap terbuat dari plastik UV
– Tanah untuk media tanam diolah sedalam 30 cm. Media tanam harus gembur, merupakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Keasamaan (pH) media tanam berkisar antara 5,6 – 6,5.
– Media tanam disterilisasi dengan nematisida berbahan aktif dazomet, kemudian ditutup mulsa plastik hitam selama dua minggu. Setelah dua minggu, mulsa dibuka dan dibiarkan selama satu minggu.
– Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam 20 X 30 cm atau 15 X 40 cm, dan setiap bedengan dibuat dua barisan tanam.
– Kemudian bibit mawar ditanam dalam lubang tanam yang telah tersedia dengan mata tempel menghadap ke luar bedengan.

Pemupukan

- Pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha atau 0,5 kg/tanaman (tergantung jumlah populasi tanaman mawar per hektare) diberikan sebelum tanam.
– Pupuk makro dan mikro diberikan dua kali dalam seminggu. Komposisi pupuk mawar dengan EC 1,5 ds/m yakni NO3 – 158 mg/liter, NH4 – N 18 mg/liter, P 38 mg/liter, K 196 mg/liter, S 40 mg/liter, Ca 140 mg/liter, Mg 18 mg/liter, Fe 1,4 mg/liter, Mn 0,3 mg/liter, Zn 0,2 mg/liter, B 0,2 mg/liter, Cu 0,005 mg/liter, dan Mo 0,05 mg/liter.
– Pemupukan dengan sistem irigasi otomatis dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman.

Sistem arsitektur tanaman

Sistem Jepang yang dimodifikasi.
• Bending, bagian tanaman atau tunas tidak produktif dirundukkan tepat di atas mata tunas ke 2 atau ke 3 tapi tangkainya tidak patah.
• Pada sistem Jepang yang dimodifikasi, bending hanya dilakukan ke satu arah.
• Tangkai bunga yang dipanen berasal dari tunas utama (bottom break).

Hama penyakit utama dan pengendalian Tungau (Tetranychus sp.)

• Berwarna hijau atau merah dan biasa terdapat di bawah permukaan daun.
• Daun-daun yang terserang terlihat menguning sampai cokelat keperakan.
• Pengendaliannya dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamektrin, dikofol, amitraz atau dengan menggunakan akarisida nabati dengan perlakuan 1-2 kali per minggu.

Kutu daun (Aphids)

• Macrosiphum rosae Linnaeus (Rose aphid) dan Myzaphus rosarum Kaltenbach (Small green rose aphid).
• Gejala serangan pada daun dan petal bunga berubah bentuk menjadi tidak normal.
• Cara pengendaliannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid, malathion, irethtrindanmetidation atau menggunakan akarisida nabati 1-2 kali per minggu.

Hama thrips (Frankliniella tritici Fitch)

• Petal bunga menjadi kecoklatan atau berubah bentuk.
• Pengendaliannya dengan penyenprotan insektisida yang berbahan aktif diclorvos, karbaril, malathion, dimetoat, dan asefat.

Penyakit embun tepung (Oidium sp./Powdery Mildew)

• Daun atau angkai tertutup lapisan putih seperti tepung, bentuk daun tidak normal, daun rontok.
• Pengendaliannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, tridimenol, triadimefon, miklobutanil, dan fluzilazola.

Penyakit bercak hitam (Diplocarpon rosae Wolf/Black Spot)

• Bercak hitam pada permukaan daun bagian atas, daun menguning dan rontok
• Cara pengendaliannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan fungisida yang berbahan aktif heksakonazol, benomil, difenoconazol, dan bitertanol.

Pemeliharaan lain

• Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan tanaman pengganggu (gulma) dengan frekuensi dua minggu sekali, tergantung cepat tidaknya gulma tumbuh.
• Tangkai-tangkai yang kering atau diserang hama dan penyakit, serta tunas-tunas liar dibuang.

Panen dan pascapanen

• Bunga dipanen pada saat bunga 1 -2 petal telah membuka dan sepal masih melekat pada kuncupnya.
• Panen dilakukan pada pagi atau sore hari.
• Pemotongan tangkai bunga tepat di atas mata tunas ke 2 atau ke 3 dari pangkal.
• Kemudian bunga mawar dikemas dengan kemasan terbuka dan disimpan di dalam ruang dingin (cool storage) dengan suhu 2 – 50oC.
• Agar bunga tahan lama dalam vas sebaiknya diberi larutan pengawet : gula 1-5%, perak nitrat 100 ml/l atau 2 ml/l chlorox 5% dan asam sitrat 300-500 mg/l supaya pH larutan 3-4; atau digunakan bahan pengawet yang sudah tersedia dipasaran.***

Ir. Darliah, M.S.
Peneliti mawar pada Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Segunung, Cipanas, Cianjur.
________________________________________________________________________

Budidaya MAWAR PDF Cetak E-mail
Peringkat Pengguna: / 14
JelekBagus
bunga mawarMawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau “Ratu Bunga” merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis).
JENIS TANAMAN

Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rosanales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Species : Rosa damascena Mill., R. multiflora Thunb., R. hybrida Hort., dan lain-lain.

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium, memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 /tahun.

Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail, Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland, Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar, Sissel, Laser, dan Kiss. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.

Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman.

3. MANFAAT TANAMAN

1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors).
2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor.
3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual.
4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri).

4. SENTRA PENANAMAN

Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia, India, Afrika Utara dan Indonesia. Sentra penanaman bunga potong, tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta.

5. SYARAT PETUMBUHAN

5.1. Iklim
1.
Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.
2. Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman.
3. Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %.

5.2. Media Tanam
1.
Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik.
2. Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
3. Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar.
Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsurunsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.

5.3. Ketinggian Tempat
Mawar tumbuh baik pada:
1. Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C.
2. Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14-16 derajat C, maksimum 24–27 derajat C.
3. Ketinggian 1400 m dpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 derajat C dan maksimum 19,5-22,6 derajat C.

Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan Persyaratan Bibit
Supaya biji tumbuh dengan baik, pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam, yang mengapung dibuang).
Penyiapan Benih
Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji:
a) Pemilihan buah – Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.
– Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.

b) Perlakuan After Ripening – Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1).
– Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai.
– Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab).
– Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0,5-1,0 cm.
– Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab, beraerasi baik, dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar).

Teknik Penyemaian Benih
a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.
b) Pilih biji-biji mawar yang baik, yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air
c) Cuci biji mawar dengan air bersih.
d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian.
e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5- 10 cm. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.
b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).

Pemindahan Bibit
Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen).

6.2. Pengolahan Media Tanam
Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman dan dalam pot. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. Persiapan
a) Penyiapan lahan kebun/taman – Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).
– Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.

b) Penyiapan media dalam pot – Siapakan media tanam berupa tanah subur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos, Super TW Plus) dan pasir. Komposisi media campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir, 1:1:1. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1.
– Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat.
– Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.

c) Pengisian media tanam ke dalam pot – Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.
– Basahi pot dengan air hingga cukup basah.
– Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.
– Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting.
– Isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0,5- 1,0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.

Pembukaan Lahan
a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur.
b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.

Pembentukan Bedengan
Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris, maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan, misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya.

Pemupukan
Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 4-5 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman.

6.3. Teknik Penanaman Penentuan Pola Tanam
Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.

Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45×45×45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45–55 cm.

Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang) 20%. Jumlah super fosfat 1,5-2 kg per 10 m2 tanah, tepung tulang 1,5-3 kg per 10 m2. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan.

Cara Penanaman
Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah), dan bibit yang berasal dari polybag.

Cara penanaman bibit mawar cabutan :
a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.
b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).
c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.
d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit.
e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.
g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah.
h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut:
a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.
b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.
c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan
d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman Penyiangan
Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.

Pemupukan
Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5, bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5.

Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro), tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam.

Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali, tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. Tiap kali pemupukan diberikan 1/4 – 1/3 dosis pupuk 337,5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga, sedang berbunga, dan setelah kuntum bunga layu. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman, kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah.

Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dan penyiraman dilakukan:
a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).
b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.
c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor).

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama
1. Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn., Aphids)
Kutu daun, kecil, panjang ±0,6 mm, berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Menyerang pucuk, sering menempel pada ranting dan kuncup bunga.
Gejala:: mengisap cairan (sel) tanaman, sehingga menyebabkan gejala abnormal, pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun, sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp.).
Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2,5 EC atau Buldok 25 EC, Confidor 200 LC, Curacron 500 EC, Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.
2. Kumbang
Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus), Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm, kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan, panjang 10 mm. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.
Gejala:: memakan daun, tangkai dan kuntum bunga, sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. Larva sering memakan perakaran tanaman.
Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Ambush 2 EC, Elsan 60 EC, dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.
3. Siput berbulu
Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan, panjang ± 12 mm, ditutupi bulu-bulu kasar.
Gejala:: pada stadium larva, menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.
Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman, dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan.
4. Tungau (Tetranychus telarius)
Tungau mirip laba-laba, sangat kecil ± 0,3 mm, berwarna merah/hijau/kuning. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik.
Gejala:: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman, pada bagian daun/pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan.
Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC, Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.
5. Thrips
Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm, berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan.
Gejala:: merusak/mengisap cairan sel tanaman, terutama bunga, daun, dan cabang. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya.
Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP, Tokuthion 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.
6. Nematoda akar (Meloidgyne sp.)
Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop).
Gejala:: menyerang akar tanaman mawar, dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil, kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar.
Pengendalian: pergiliran tanaman, sterilisasi media tanam, dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G, Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam.
7. Hama-hama lain:
a) Ulat daun (Udea rubigalis), menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong.
Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Dekasulfan 350 EC, Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan.
b) Serangga malam (Night feeding insect), menyerang daun dan bunga.
Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.
c) Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers), menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran.
Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.
d) Lalat (Dasyncura rhodophaga), ukuran tubuh kecil 1,2 mm, warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Telur diletakkan pada tunas baru, setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. Larva menjatuhkan diri ke tanah, kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat.
Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar, menjaga kebersihan kebun, dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC, Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.
e) Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae, berukuran kecil 3 mm,
Gejala: mengisap cairan sel tanaman, bagian daun dan batang. Bagian yang terserang akan layu, lambat laun mengering (mati).
Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2,5 EC, Mitac 200 EC, Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.
f) Kumbang kecil (Small carpenter bees), ukuran tubuh kecil panjang 8 mm, warna hitam-metalik,
Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. Tanaman yang diserang menjadi layu.
Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2,5 EC, Atabron 50 EC, Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

7.2. Penyakit
1. Bercak hitam
Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib.) Lind. (“Black spot”).
Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu, sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. Dapat pula terjadi pada tangkai daun, batang, dasar bunga, kelopak dan tajuk bunga. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Pengendalian non kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan.
2. Karat daun
Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. ex Pr.) Schlecht.
Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun, pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok). Pengendalian non kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan.
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan.
3. Tepung mildew
Penyebab: cendawan Oidium sp.
Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan, lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur).
Pengendalian non kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang, atau mengandung bahan aktif Pirazifos.
4. Bengkak pangkal batang
Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E.F Sm et Town.) Conn.
Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah, sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati.
Pengendalian non kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril.
Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin.
5. Mosaik (belang-belang)
Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus).
Gejala: daun menguning dan belang-belang, tulang-tulang daunnya seperti jala.
Pengendalian: penanaman bibit yang sehat, pemeliharaan tanaman secara intensif, penyemprotan insektisida untuk pengendalian serangga vektor, dan membongkar (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya.
6. Bercak daun
Penyebab: dua patogen, yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. dan Alternaria sp.
Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daun-daun tua, sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman.
Pengendalian nonkimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu).
7. Jamur upas
Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. et Br.) Tjokr.
Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang, dan lambat laun batang akan membusuk serta mati.
Pengendalian nonkimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit, kemudian diolesi cat/ter, dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat.
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf.
8. Busuk bunga
Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. Fr.
Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat, dan berbintil-bintil hitam.
Pengendalian nonkimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin.
Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil.
9. Penyakit Fisiologis
Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi), kurang Nitrogen, Phosfor, dan Kalium.
Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujau-muda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil, sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya.
Pengendalian: pemberian pupuk berimbang, terutama unsur N, P2O5, dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi.

8. P A N E N

8.1. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga
Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.
Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari.
8.2. Cara Pemetikan Bunga
Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril.
8.3. Periode Panen
Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.
8.4. Prakiraan Produksi
Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120.000–280.000 kuntum/hektar/tahun. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar, kesuburan tanah, jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun.

9. PASCA PANEN

9.1. Pengumpulan
1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar:
a) Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air.
b) Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya.

2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur:
Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik, tampah/ember berisi air bersih).

9.2. Penyortiran dan Penggolongan
1) Sortir bunga yang rusak, layu dan busuk pisahkan secara tersendiri.
2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis, ukuran bunga, panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai bunga dipisahkan ke dalam dua grade. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm, grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.

9.3. Penyimpanan
1) Untuk bunga potong mawar, simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %.
2) Untuk bunga mawar tabur, simpan di tempat/ruangan teduh, dingin, lembab, dan sirkulasi udara baik.

9.4. Pengemasan dan Pengangkutan
1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatan-ikatan. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga.
2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.
3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.
4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air, terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.
5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m2 selama 1 tahun yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. Produksi per m2/tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp. 200,-/kuntum.

1) Biaya produksi a. Sewa lahan Rp. 175.000,-
b. Bibit : ± 3300 batang Rp. 1.750.000,-
c. Pupuk
– Pupuk kandang 2.000 kg @ Rp.150,-
– Urea 30 kg @ Rp. 1.500,-
– NPK 20 kg @ Rp. 2.000,-
– TSP 100 kg @ Rp. 1.800,-
– KCL 30 kg @ Rp. 1.650,-
– Pupuk daun ± 5 liter @ Rp. 40.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 45.000,-
Rp. 40.000,-
Rp. 180.000,-
Rp. 49.500,-
Rp. 200.000,-
d. Pestisida
– Furadan 2 kg @ Rp. 16.000,-
– Insektisida 4 kg @ Rp. 25.000,-
– Fungisida 4 liter @ Rp. 50.000,-
Rp. 32.000,-
Rp. 100.000,-
Rp. 200.000,-
e. Tenaga kerja
– Pengolahan tanah borongan
– Pembuatan bedengan 10 HKP
– Pemasangan pupuk kandang
– Penanaman 10 HKW
– Pengairan selama 1 tahun
– Penyiangan & pemupukan susulan 1 th.
– Pemangkasan
– Penyemprotan selama 1 tahun
– Panen dan pascapanen
– Penunggu 1 orang 1 tahun
Rp. 100.000,-
Rp. 100.000,-
Rp. 60.000,-
Rp. 75.000,-
Rp. 100.000,-
Rp. 120.000,-
Rp. 30.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 1.500.000,-
f. Biaya cadangan Rp. 500.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 5.756.500,-

2) Pendapatan : 55.000 x Rp 200,- Rp. 11.000.000,-
3) Keuntungan Rp. 5.243.500,-
4) Keuntungan per bulan Rp. 436.950,-
5) Parameter kelayakan usaha
1. Rasio output/input
= 1,911

Catatan : HKP = Hari kerja Pria, HKW = Hari Kerja Wanita
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi. Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda, ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut.

Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia, karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4.881 ton.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah. Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong, tabur dan tanaman pot.

Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri, maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat, terutama di kota-kota besar. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25,8 miliar per tahun. Permintaan bunga mawar ±20.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar, terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar.

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup
Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup, deskripsi, klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan dan pengemasan.
11.2. Diskripsi
Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998.
11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
Berdasarkan kualitasnya,mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas, yaitu:
a) Mutu AA: sempurna, bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna, ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar, ukuran seragam, bebas organisme pengganggu tumbuhan, tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik, tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga.
b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang.
c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang
d) Mutui C: selain AA, A dan B

Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut:
1) Panjang tangkai
a. Tipe standar (cm): mutu AA>65; mutu A=55-64; mutu B=40-54; mutu C=25-39
b. Type spray (cm): mutu AA>55; mutu A=46-55; mutu B=35-45; mutu C2.5; mutu A>2.5; mutu B>2.5; mutu C>2.0
b. Tipe spray (cm): mutu AA>1.5; mutu A>1.5; mutu B>1.5; mutu C>1.2

3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai
a. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6; mutu A> 6; mutu B> 6; mutu C<6
4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0; mutu A=0; mutu B=0; mutu C<5
5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem
6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem
7) Warna Bunga: mutu AA=seragam; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem
8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus,tdk pecah, tdk bercabang; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=kurang kuat/lurus, tdk pecah, tidak bercabang
9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem
10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0; mutu A=0; mutu B=0; mutu C<5
11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0; mutu A=0; mutu B=0; mutu C<5
12) Toleransi; (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3; mutu A=5; mutu B=10; mutu C<15

11.4. Pengambilan Contoh
Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1.000 kemasan. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan.
a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5, contoh yang diambil semua.
b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5.
c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300, contoh yang diambil sekurangkurangnya 7.
d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500, contoh yang diambil sekurangkurangnya 9.
e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000, contoh yang diambil sekurangkurangnya 10.

11.5 Pengemasan
Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh, baik, bersih dan kering serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet.

12. DAFTAR PUSTAKA
1. Rukmana, Rahmat. 1995. Mawar. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
2. Soekarno dan Nampiah. 1990. Mawar. Jakarta : Penebar Swadaya.
________________________________________________________________________

Bunga Mawar

bunga-mawarBunga mawar dengan nama ilmiah Rosaceae merupakan tanaman dari Ordo Rosanales sangatlah pantas menyandang julukan si ”Ratu Bunga” karena hampir semua orang menyukai dan mengenal mawar. Warna bunganya yang cantik menawan dengan aneka ragam warna warni seakan menghidupkan suasana taman menjadi semarak, ditambah lagi pesona harumnya yang semerbak wangi.

Bunga mawar dikenal mempunyai banyak varietas sehingga disebutlah dia Rosaceae atau keluarga mawar mawaran. Kemajuan teknologi semakin membuat keluarga tanaman ini beraneka ragam dengan warna warninya mulai dari merah, ungu, hitam dan bahkan campuran beberapa warna. Disamping itu kelopak bunganya juga semakin variatif, dari yang berkuntum tunggal, ganda sampai yang bertumpuk.

Secara umum, bunga mawar dikelompokkan berdasarkan perawakan dan sifat pertumbuhannya menjadi 4 kelompok besar. Yakni: bunga mawar semak yang banyak ditanam sebagai pagar, mawar kerdil berupa tanaman dalam pot, mawar pohon dan terakhir mawar liana yang tumbuh merambat.
Bagaimana Cara Berkebun Mawar

Menanam bunga ini sangatlah karena bunga ini tidak memerlukan perawatan yang khusus. Bunga ini bisa tumbuh di daerah beriklim panas, sedang bahkan dingin.

Media tanam yang dibutuhkan adalah tanah berhumus dan drainase/pengairan yang baik, dimana bunga ini kurang subur jika ditanam pada media yang terlalu gembur dan berpasir. Penyinaran matahari yang cukup akan membuat pohon ini rajin berbunga dan tumbuh subur.

Bunga Mawar bisa diperbanyak melalui biji, setek, okulasi, cangkokan dan membelah anakan. Cara paling praktis adalah dengan setek.

Disamping penyinaran matahari yang cukup, perlu juga dilakukan pemangkasan secara berkala supaya muncul tunas baru dan jangan lupa beri pupuk perangsang bunga secara teratur. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada musim hujan karena tunas akan segera tumbuh dan kuntum bunga baru akan bermunculan.
Menanam Bunga Mawar Dalam Pot

Menanam mawar dalam pot membutuhkan sedikit ketelatenan caranya adalah sebagai berikut:

* Pot dari tanah liat, tembikar atau semen cor lebih disukai sedangkan pot dari plastik tidak begitu disyarankan karena tidak berpori dan lembab sehingga akar mudah busuk dan suplai oksigen kurang.
* Perbandingan Media tanam 1:1:1/4 antara tanah, pupuk kandang dan pasir halus. Bilamana anda cukup telaten, disyarankan untuk mengkukus dulu media tanam agar mikroorganisme pembusuk mati dan mawar terbebas dari penyakit.
* Diperlukan potongan batu bata atau batu kecil di dasar pot agar kelebihan air siraman dapat segera keluar.
* Pemotongan akar dan penggantian media tanam setiap 1-2 tahun sekali agar tanaman tumbuh sehat dan subur. Si cantik ini bisa berumur diatas 10 tahun bila anda merawatnya penuh kasih sayang dan bisa berbunga sepanjang tahun.

Bagaimana agar Mawar Potong Tahan Lama?Keindahan dan kecantikan bunga mawar di jambangan akan sirna seiring dengan masa layu bunga, anda bisa memperpanjang waktu lebih lama dengan beberapa tips berikut:

* Kebanyakan bunga potong menjadi cepat layu karena pembusukan pada bekas pemotongan tangkai bunga, yakni bakteri pembusuk berkembang biak dan menyumbat saluran vaskuler. Berakibat bunga cepat layu karena suplai makanan terhambat. Untuk mengatasinya perlu ditambahkan asam benzoate pada air agar bakteri mati dan pembusukan dapat diperlambat. Dapat pula anda tambahkan 3 tetes cairan pemutih kain per 1 liter air.
* Bunga potong juga masih membutuhkan nutrisi yang dia dapatkan dari gaya kapiler untuk memperpanjang kesegarannya. Anda bisa menambahkan 1 sdt gula pada 1 liter air perendam. Atau anda bisa menggunakan nutrisi khusus bunga potong yang tersedia di toko bunga potong.
* Bunga potong akan menyerap air secara maksimal pada pH 3,5-4,5, dan agar tidak menimbulkan dehidrasi anda bisa menurunkan air pada pH ideal dengan menambahkan asam sitrat 200 mg per 1 liter air.
* Pergunakan vas dari kaca, keramik atau plastik dan hindari penggunaan vas bunga yang terbuat dari logam karena logam mengandung ethylene dan biasanya bunga sensitif terhadap kandungan tersebut.
* Agar serapan air bisa optimal, anda harus memotong pangkal batang menyerong sehingga didapatkan penampang batang lebih besar. Dengan cara ini maka batang potong lebih optimal untuk menyerap air.
* Potong daun yang anda anggap tidak perlu sehingga suppy makanan bisa mencukupi.

Simbol Kasih Sayang
Banyak arti dibalik setangkai bunga mawar, yakni dukacita, tulus, sukacita hingga kasih sayang dan makna cinta. Karena keanekaragaman ini, maka kenalilah arti warna keelokan si ratu bunga agar tidak terjadi kesalah pengertian, yakni:

* Merah: cinta, keberanian, penghargaan
* Kuning: kegembiraan, kebahagiaan, kebebasan
* Pink/peach: terima kasih, syukur, kekaguman, penghargaan dan simpati.
* Putih: penghormatan, kesucian hati, kerahasiaan, pertunangan.
* Merah & Putih: kebersamaan
* Hitam: dukacita

Khasiat bunga Mawar.
Dibalik keelokan warna bunga mawar, ternyata juga terkandung khasiat sebagai obat alami. Bilamana anda sempat pergi jalan jalan ke Bangkok, akan anda jumpai makanan yang terbuat dari bunga mawar. Banyak restoran di bangkok yang menyuguhkan menu andalan dari bahan bunga ini.

Bunga ini aman dikonsumsi dan memiliki beberapa khasiat. Minyak atsiri nya mengandung geraniol dan limonene yang berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur candida albican penyebab keputihan dan menambah daya tahan tubuh. Harum aroma bunga mawar juga sering digunakan sebagai aromaterapi yang bersifat menenangkan juga meningkatkan mood.

Daun kelopak bunganya yang kering juga dapat untuk mengharumkan teh. Caranya sangat mudah, anda campurkan sedikit kelopak bunga kering bersama teh dan rebuskan air kemudian saring, anda akan menikmati segarnya teh sambil menghirup aroma bunga mawar yang dapat meningkatkan mood.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized | 4 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.